EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL BACAROTAI DI KANAGARIAN SUNGAI TANANG KECAMATAN BANUHAMPU KABUPATEN AGAM

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

feronisa edriani nofrion nofrion

Abstrak

Artikel ditulis untuk mendeskripsikan sejarah, prosesi, nilai luhur, kendala dan upaya pelestarian Kearifan Lokal Bacarotai di Kanagarian Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian wali nagari, tokoh adat, bundo kanduang, pemuka masyarakat dan pengurus masjid. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan(1) Kearifan lokal Bacarotai bermula mamak berkeinginan Nagari memiliki sebuah kolam besar dan dibudidayakan ikan larangan kecuali saat Maoyong (bergotong royong) mengambil sekaligus menjual ikan, Ikan setelah Maoyong di jadikan untuk Bacarotai(2) Prosesi Bacarotai dimulai mengadakan pancingan berbayar, di tenangkan selama enam bulan, sehari sebelum diadakan Bacarotai air dikurangi. Keesokannya masyarakat berkumpul 06.00 di tepian Tabek Gadang, di bunyikanlah Beduk atau sirene. Secara serentak masyarakat menjaring ikan dengan Tangguak. Setelah ikan habis kolam di bersihkan dari lumpur dan di tutup dengan memasukan bibit ikan kembali(3) Nilai luhur Kearifan Lokal Bacarotai: silahturahmi, kekeluargaan, kebersamaan, bagurau, berkasih sayang dan berlapang dada(4) Kendala saat pelaksanaan Bacarotai adalah sawah sekitar Tabek Gadang yang butuh pengairan terganggu dan terjadi kemacetan(5) Pelestarian Bacarotai dilakukan dengan membuat kilas balik berupa video, buku serta menjadikan  salah satu warisan budaya Indonesia.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 3 > >>